Cara Beli IPO Saham bagi Pemula via Online dan Langsung

Minggu, 23 Februari 2025 | 16:16:19 WIB
Cara beli IPO saham bagi pemula

Cara beli IPO saham bagi pemula dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu secara online maupun offline.

Saat ini, proses pembelian saham IPO semakin praktis berkat fasilitas dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyediakan platform daring melalui aplikasi e-IPO.

Namun, sebelum memulai investasi, ada beberapa hal penting yang perlu kamu persiapkan. Pertama, pastikan kamu sudah memiliki Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau Single Investor Identification (SID). 

Selain itu, kamu juga harus membuka rekening efek di perusahaan sekuritas pilihanmu. Untuk memahami lebih lanjut, yuk simak penjelasan berikut ini tentang cara beli IPO saham bagi pemula.

Apa Itu IPO?

Initial Public Offering (IPO) merupakan langkah awal di mana sebuah perusahaan menawarkan saham mereka kepada masyarakat luas atau investor untuk pertama kalinya. Dengan kata lain, IPO adalah proses penawaran saham perdana oleh suatu perusahaan.

Tujuan utama perusahaan melakukan IPO adalah untuk memperoleh tambahan modal dari para investor. 

Proses ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak: perusahaan mendapatkan suntikan modal untuk mengembangkan bisnis, sementara investor berpotensi meraih keuntungan dari saham yang mereka beli.

Menurut laman resmi The Balance, perusahaan yang pertama kali mengumumkan IPO biasanya merupakan perusahaan privat. 

Mereka berkembang pesat hingga akhirnya memenuhi syarat untuk menawarkan saham kepada publik, yaitu para investor. Salah satu syarat tersebut adalah memiliki valuasi minimal 1 miliar dolar AS. 

Namun, ada juga perusahaan dengan valuasi di bawah angka tersebut yang tetap memutuskan untuk melakukan IPO, asalkan perusahaan tersebut mampu menjamin keberlanjutan operasional bisnisnya.

Ketika perusahaan memutuskan untuk IPO, status saham mereka berubah dari privat menjadi publik. Perubahan ini menyebabkan saham memiliki nilai pasar yang fluktuatif.

Selain itu, status perusahaan juga berubah, dari yang semula perseroan terbatas (PT) menjadi perseroan terbuka (Tbk). Proses IPO juga dikenal dengan istilah go public. 

Ketika sebuah perusahaan telah go public, artinya saham mereka dapat diperjualbelikan secara bebas oleh siapa saja. 

Dengan demikian, perusahaan yang sudah IPO tidak lagi dimiliki oleh satu pihak saja, melainkan menjadi milik para investor yang memiliki saham di dalamnya.

Tujuan IPO oleh Perusahaan

Setelah memahami konsep dasar IPO, kini saatnya kita mengulas lebih dalam mengenai tujuan perusahaan melakukan IPO. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dengan melepas saham ke masyarakat, sebuah perusahaan menjadi go public, yang berarti kepemilikannya tidak lagi terbatas pada individu atau kelompok tertentu, melainkan dimiliki oleh banyak orang.

Keputusan untuk melakukan IPO tentu bukan langkah sederhana, mengingat para pendiri perusahaan harus rela berbagi kepemilikan dengan publik. Namun, ada beberapa alasan strategis di balik keputusan ini, di antaranya:

1. Investor Utama Menarik Dana

Salah satu alasan umum perusahaan memutuskan untuk IPO adalah karena investor utama mereka ingin menarik modal. Sebelum statusnya berubah menjadi Tbk atau go public, saham perusahaan hanya terbuka untuk investor tertentu.

Ketika investor awal memutuskan untuk menarik dana mereka, hal ini dapat mengurangi kas perusahaan. 

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, perusahaan membutuhkan sumber modal baru agar operasional bisnis tetap berjalan lancar. IPO menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan dana segar dari masyarakat.

2. Membutuhkan Tambahan Modal

IPO juga dilakukan oleh perusahaan yang memerlukan tambahan modal untuk mendukung kegiatan operasional atau ekspansi bisnis. 

Dengan melepas saham ke publik, perusahaan dapat memperoleh modal tanpa harus bergantung pada pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank. Langkah ini membantu mereka menekan beban utang sekaligus mendapatkan dana yang dibutuhkan.

Kebutuhan akan tambahan modal ini biasanya bukan karena perusahaan dalam kondisi sulit, melainkan untuk mendukung pertumbuhan. 

Perusahaan sering kali memiliki rencana ekspansi bisnis atau peningkatan kapasitas produksi yang memerlukan suntikan dana. 

Selain itu, IPO juga menjadi cara untuk meningkatkan visibilitas dan reputasi perusahaan di mata investor, terutama melalui Bursa Efek Indonesia.

3. Meningkatkan Valuasi Perusahaan

Salah satu alasan utama perusahaan memutuskan untuk IPO adalah keinginan untuk meningkatkan nilai atau valuasi mereka. Secara umum, perusahaan yang telah melantai di bursa memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilainya di masa depan. 

Jika kinerja perusahaan terus membaik, nilai saham yang dimiliki oleh para investor juga cenderung mengalami kenaikan.

4. Mempercepat Pertumbuhan Perusahaan

Potensi pertumbuhan yang lebih cepat setelah IPO juga menjadi alasan kuat di balik keputusan perusahaan menjual sahamnya kepada masyarakat. 

Meskipun perusahaan dapat memilih untuk mengandalkan dana internal guna meningkatkan bisnis, langkah ini sering kali memakan waktu lebih lama.

Sebaliknya, dengan memperoleh suntikan modal dari investor, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang lebih pesat. 

Selain itu, jika performa perusahaan terus meningkat secara konsisten, nilai sahamnya pun akan ikut naik, memberikan manfaat tambahan bagi para investor.

5. Mewujudkan Ekspansi Pasar

IPO juga menjadi langkah strategis bagi perusahaan yang ingin memperluas pasar mereka. Untuk mengembangkan bisnis ke wilayah atau segmen pasar yang lebih luas, dibutuhkan modal yang signifikan. 

Dengan menjual saham kepada publik, perusahaan dapat mengumpulkan dana yang cukup besar untuk mendukung rencana ekspansi tersebut. 

Langkah ini tidak hanya membantu perusahaan tumbuh lebih cepat, tetapi juga meningkatkan eksistensi mereka di pasar yang lebih kompetitif.

Cara Beli IPO Saham bagi Pemula via Online

Cara beli IPO saham bagi pemula kini semakin mudah dengan hadirnya berbagai platform online. Berikut panduan sederhana untuk membeli saham IPO terbaru menggunakan aplikasi digital.

1. Registrasi

Langkah pertama, kunjungi situs e-ipo.co.id untuk melakukan registrasi. Mulailah dengan memasukkan alamat email kamu, lalu pilih tipe investor yang sesuai, apakah individu atau institusi.

Setelah itu, isi data diri kamu secara lengkap dan pastikan semuanya benar. Setelah semua data terisi, kamu akan diminta untuk melakukan verifikasi melalui email. Buka email yang kamu gunakan untuk mendapatkan kode OTP.

Setelah proses verifikasi email selesai, buatlah password untuk akunmu. Dengan begitu, proses registrasi pun telah berhasil diselesaikan.

2. Tahap Verifikasi

Langkah berikutnya adalah memilih perusahaan sekuritas atau broker. Jika kamu sudah memiliki SID (Single Investor Identification), pilih opsi "I Have an SID." 

Namun, jika belum, pilih opsi Sub Rekening Efek (SRE), dan kamu akan diarahkan untuk membuat SID terlebih dahulu.

Bagi yang sudah memiliki SID, sistem akan meminta kamu mengisi kolom Participant. Kolom ini diisi dengan nama perusahaan sekuritas atau broker yang menjadi mitramu. Jika nama perusahaan tidak muncul, coba masukkan kode broker yang sesuai.

Setelah itu, pihak broker akan memverifikasi data registrasimu. Informasi yang ada di sistem e-IPO akan dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh broker.

Proses verifikasi ini memerlukan waktu yang bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing broker. Sistem e-IPO hanya dapat menunggu hingga proses verifikasi selesai dilakukan oleh broker.

3. Pemesanan

Setelah broker menyetujui pengajuanmu, kamu bisa melanjutkan ke tahap pemesanan saham IPO. Berikut langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk memesan saham IPO:

  • Pilih saham IPO yang menurutmu memiliki potensi bagus, seperti BBCA, BBRI, atau lainnya.
  • Klik opsi "More Info" untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
  • Isi formulir pemesanan sesuai instruksi yang diberikan.
  • Masukkan kode OTP yang telah dikirimkan ke email atau nomor teleponmu.
  • Setelah itu, sistem partisipan akan memverifikasi pesanan yang kamu buat. Kamu hanya perlu menunggu hingga proses ini selesai untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Konfirmasi Prospektus

Pada tahap ini, kamu perlu mengonfirmasi minat yang telah disampaikan selama masa bookbuilding atau penawaran. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Masuk ke menu "Active Orders" dan klik "View."
  • Pilih opsi "I have already read the prospectus" untuk mengonfirmasi bahwa kamu telah membaca prospektus.
  • Jika kamu tidak melakukan konfirmasi hingga masa penawaran berakhir, pesananmu akan otomatis dibatalkan. Pastikan juga bahwa dana di Rekening Dana Nasabah (RDN) telah tersedia sebelum proses ini selesai.

5. Menerima Saham

Setelah proses selesai, hasil penjatahan pesanan dapat dilihat pada kolom "History." Berikut adalah beberapa status penjatahan yang mungkin muncul:

  • Allotted: Kamu mendapatkan penjatahan penuh.
  • Allotted w/Scale Back: Kamu mendapatkan penjatahan dengan penyesuaian.
  • Not Allotted: Kamu tidak mendapatkan penjatahan.
  • Not Carried Over: Pesananmu tidak diteruskan ke tahap berikutnya.

Cara Beli IPO Saham untuk Pemula secara Langsung (Offline)

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti jika ingin membeli saham IPO secara langsung atau melalui metode offline:

  • Datanglah ke lokasi yang menyediakan penawaran IPO.
  • Bawa rekening efek saat mendatangi lokasi tersebut. Jika kamu belum memiliki rekening efek, isi formulir pembukaan rekening efek terlebih dahulu. Jangan lupa membawa fotokopi KTP dan NPWP (jika ada).
  • Perusahaan sekuritas akan memeriksa kelengkapan data yang kamu berikan. Setelah data dinyatakan lengkap, formulir akan ditandatangani.
  • Lakukan setoran awal ke rekening Bank RDI atas nama calon investor saham. Minimal setoran biasanya Rp100.000, tetapi jumlah ini dapat berbeda-beda tergantung kebijakan. Diskusikan nominalnya dengan broker.
  • Pemesanan saham yang kamu ajukan akan divalidasi, dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) akan dikembalikan kepadamu setelah validasi selesai.
  • Kembalilah ke bagian counter perusahaan sekuritas dan serahkan FPPS. Petugas counter akan menyalin formulir tersebut untuk arsip mereka.
  • Slip FPPS akan dikembalikan kepadamu. Slip ini menjadi bukti resmi pembelian saham IPO yang telah kamu lakukan.

Sebagai penutup, dengan memahami langkah-langkah di atas, cara beli IPO saham bagi pemula dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah.

Terkini