WEGE Catat Kontrak Baru Rp465 Miliar, Optimistis Perkuat Neraca Keuangan Tahun 2026

Kamis, 02 April 2026 | 08:56:56 WIB
WEGE Catat Kontrak Baru Rp465 Miliar, Optimistis Perkuat Neraca Keuangan Tahun 2026

JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 464,67 miliar hingga Maret 2026. Pencapaian ini menjadi modal penting bagi perusahaan konstruksi untuk mengejar target tahunan yang ambisius.

Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita, menyebut bahwa kontrak tersebut berasal dari berbagai proyek strategis pemerintah. Proyek yang tengah dikerjakan mencakup pembangunan Sekolah Rakyat, Halte BRT, RSUD Rupit, serta hunian untuk ASN dan Kementerian PU.

Proyek Strategis dan Kontributor Utama Kontrak Baru

Proyek BRT Metropolitan Mebidang menjadi salah satu kontributor terbesar dengan nilai kontrak mencapai Rp 198,51 miliar. Selain itu, RSUD Rupit di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, memiliki nilai kontrak Rp 128,59 miliar.

Hadian menekankan bahwa WEGE memiliki fondasi kuat untuk bertahan dalam kondisi ketidakpastian ekonomi saat ini. Ia optimistis target perolehan kontrak baru tahun ini dapat tercapai dengan hasil maksimal.

Target Ambisius Tahun Buku 2026

Sebagai anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), WEGE menargetkan nilai kontrak baru total hingga Rp 3 triliun pada akhir 2026. Target ini menjadi fokus utama manajemen untuk memperkuat posisi perseroan di industri konstruksi.

Meskipun memperoleh kontrak baru, perseroan melaporkan penurunan kinerja keuangan sepanjang 2025. Pendapatan tercatat Rp 1,62 triliun, turun 55,80% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 3,67 triliun.

Dampak Penurunan Pendapatan dan Strategi Internal

Penurunan pendapatan berdampak pada laba bersih, dengan WEGE mencatat rugi Rp 630,36 miliar sepanjang 2025. Kondisi ini berbeda dengan 2024, ketika perseroan membukukan laba bersih Rp 67,88 miliar.

Manajemen menegaskan bahwa kerugian merupakan bagian dari strategi internal perusahaan. Hadian menjelaskan bahwa langkah ini termasuk pengakuan penurunan nilai aset keuangan dan penyisihan pekerjaan dalam proses sebagai strategi balance sheet cleaning.

Penyehatan Neraca Keuangan dan Prinsip Akuntansi Konservatif

WEGE menerapkan prinsip akuntansi konservatif untuk menjaga transparansi laporan keuangan. Kebijakan ini memastikan bahwa nilai aset yang tercatat mencerminkan kondisi riil dan dapat dipercaya oleh pemangku kepentingan.

Melalui optimalisasi instrumen keuangan dan penataan akun historis, manajemen optimistis neraca perusahaan akan lebih sehat pada 2026. Strategi deleveraging yang dijalankan menunjukkan hasil nyata dalam penurunan risiko keuangan perusahaan.

Indikator Kesehatan Keuangan 2024-2025

Total liabilitas WEGE turun signifikan 33,6% YoY menjadi Rp 2,07 triliun per Desember 2025. Penurunan ini juga didorong pelunasan pinjaman bank jangka pendek hingga 79,14%, dari Rp 350 miliar menjadi Rp 73,04 miliar.

Hadian menambahkan bahwa langkah strategis ini merupakan komitmen manajemen dalam restrukturisasi modal. Efisiensi beban keuangan dan penguatan arus kas menjadi fokus utama perseroan guna menghadapi kondisi ekonomi mendatang.

Terkini